Hasyim MAH Blog

Berharap Adanya Diskusi

Lagu Ebiet G Ade yang Lucu

Ditulis oleh hasyimmah di/pada September 11, 2009

n25623120100_7083Ebiet G Ade adalah salah satu penyanyi idola saya sejak dulu. Belakangan Ebiet memang tidak pernah lagi merilis album baru. Meski begitu lagu-lagu lamanya tampak abadi, apalagi ketika ada bencana alam yang sedang melanda negeri ini, rasanya tidak ada lagu tema yang lebih cocok daripada lagu Ebiet yang liriknya memang sangat pas untuk kita jadikan renungan. Beberapa lagu memang pas untuk bencana, sebut saja Untuk Kita Renungkan, Masih Ada Waktu dan Berita Kepada Kawan.

Namun sebenarnya Ebiet bukan cuma bikin lagu tentang becana aja lho… Lagu cintanya pun tak kalah romantis. Lagu di seputar percintaan bahkan bisa dibilang sangat puitis dan mampu menggambarkan pergolakan jiwa yang menarik.

Dan entah banyak disadari atau tidak, ada sebuah lagu Ebiet yang lumayan lucu yang berjudul “Cintaku Kandas Di Rerumputan”. Setelah saya coba saya “searching” di internet tentang lagu ini, saya tidak menemukan ada ulasan tentang lagu ini yang pengertiannya sama dengan yang akan saya tulis di sini. Ada sebuah blog dari penggemar Ebiet yang berusaha memaknai lagu ini tapi menurut saya sama sekali tidak cocok. Jadi, dengan membaca ini, sangat mungkin Anda bakal terkejut dengan arti lagu ini dari sudut pandang saya.

Lagu ini menggambarkan pergolakan batin seorang bujangan (jomblo) yang lagi ngebet “bercinta”. Dan karena saking kepinginnya, ditambah kondisinya yang tidak punya pacar, akhirnya dia memutuskan untuk memakai “jasa” wanita panggilan. Proses pergolakan batin seorang cowok inilah yang diangkat sama Ebiet. Si cowok berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk memesan seorang wanita panggilan, dan ketika “pesanan” datang, si cowok akhirnya malah lari.

Meski lagu ini termasuk sangat berani, namun Ebiet tetap memberikan happy ending karena sang cowok akhirnya tidak melakukan dosa ini. Ebiet tetap berusaha menyampaikan pesan moralnya, bahwa jalan ini bukanlah jalan keluar bagi para jomblo. Selain itu, tampaknya Ebiet membiarkan lagu ini disalah-artikan oleh para penikmat musiknya. Dia mungkin tak tega untuk menjelaskan arti sesungguhnya lagu ini.

Si cowok sebagai pemeran utama dalam lagu ini memang digambarkan dalam kondisi jomblo alias tidak punya pacar, apalagi istri. Si cowok ini bisa dibilang sangat tidak beruntung dalam urusan percintaan. Makanya, Ebiet pun membuat istilah yang sangat menarik sekaligus dijadikan judul, yaitu: Cintaku Kandas Di Rerumputan. Perlu kita tahu bahwa kandas di rerumputan sangatlah tidak masuk akal, tapi itulah yang terjadi. Betapa malangnya cowok ini, di rerumputan pun dia kandas.

Terakhir, saya sertakan juga lirik lagu ini. Dan jika Anda tidak setuju dengan sudut pandang saya dan punya arti lain tentang lagu ini, silakan saja disampaikan. Yang pasti, komposisi kata dari Ebiet G Ade selalu bisa membuat kita untuk sejenak merenung. Menakjubkan.

Cintaku Kandas Di Rerumputan

aku mulai resah menunggu engkau datang
berpita jingga, sepatu hitam
kau bawa cinta yang kupesan…

aku mulai ragu dengan keberanianku
berapa cinta kau tawarkan?
berapa banyak yang kau minta?

aku merasa terjebak dalam lingkaran membiusku
namun dorongan jiwa tak sanggup kutahan
iblis manakah yang merasuk
aku memilih cara ini?
mungkin karena ‘ku merasa tak punya apa-apa

dan ketika engkau datang
aku pejamkan mataku
samar kudengar suaramu lembut memanggil namaku
seketika sukmaku melambung
kuputuskan untuk berlari menghindarimu sejauh mungkin
cintaku kandas di rerumputan

aku mulai sadar cinta tak mungkin kukejar
akan kutunggu, harus kutunggu
sampai saatnya giliranku

dan ketika engkau datang
aku pejamkan mataku
samar kudengar suaramu lembut memanggil namaku
seketika sukmaku melambung
kuputuskan untuk berlari menghindarimu sejauh mungkin
cintaku kandas di rerumputan

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Bicara Tentang Timeline Terminator

Ditulis oleh hasyimmah di/pada Juni 10, 2009

Terminatro Salvation

Akhirnya bisa nonton Terminator Salvation (T4) juga… Dan seperti yang udah banyak diomongin, film ini action-nya keren, tapi ceritanya minim. Tapi di sini aku nggak bahas film T4 ini aja, tapi malah pengen bahas soal cerita Terminator secara keseluruhan sejak The Terminator (T1) sampai T4 ini.

 

Kejanggalan di T2

Kalo kita lihat lebih teliti keempat film Terminator, kita sudah bisa menemukan kejanggalan sejak dirilisnya T2 pada tahun 1991. Padahal film ini banya dianggap terbaik karena masih dikerjakan langsung oleh James Cameron.

Film T1 dirilis tahun 1984 dengan setting waktu yang sama dengan rilisnya film yaitu 1984. Film T2 dirilis tahun 1991. Setting film T2 ini nggak dibicarakan di dalam film. Mungkin kebanyakan penonton menganggap bahwa setting film juga sesuai tahun rilis film yaitu 1991. Apalagi di awal film T2 dikatakan bahwa Judgment Day akan terjadi tanggal 29 Agustus 1997. Jadi, orang banyak yang anggap bahwa T1000 dikirim pada tahun 1991. Kita setuju bahwa kejadian di T2 membuat Judgment Day tertunda (postponed), tapi logikanya kejadian di T2 harus terjadi sebelum tanggal 22 Agustus 1997.

Dan sayangnya, itu ternyata salah. T101 pertama dikirm tahun 1984, saat itu Sarah Connor baru hamil. Jadi John Connor baru lahir tahun 1985. Kejadian T2 terjadi ketika John berusia 13 tahun yang berarti tahun 1998. Nggak mungkin banget kan kejadian di tahun 1998 menunda kejadian yang sudah terjadi di tahun 1997.

Orang kebanyakan menganggap bahwa kejadian T2 itu terjadi di tahun 1991, padahal tahun 1991, John masih berumur 6 tahun.

James Cameron sendiri tampaknya mengharap kejadian di T2 ini berlangsung di tahun 1994. Kenapa? Karena dia menggambarkan dari awal film T2 bahwa Terminator ini dikirim dari tahun 2029. Dan ketika John tanya ke T101 siapa yang mengirim T101, maka dijawab bahwa John yang mengirim 35 tahun kemudian. Berarti masa itu adalah 35 tahun sebelum tahun 2029 yang berarti tahun 1994. James mengira tahun 1994 lebih realistis karena Judgment Day terjadi tahun 1997. Namun dia lupa kalo tahun 1994, John barus berusia 9 tahun.

 

Kapan Judgment Day Terjadi?

Seperti yang sudah aku sebut di atas, Judgment Day (JD) seharusnya terjadi tahun 1997. Dan karena proyek Cyberdyne lalu dihancurkan, JD tertunda. Kejadian JD baru bener-bener terjadi di T3. Namun sayang, sepanjang film T3, sama sekali nggak disebutin setting film tersebut yang berarti kita juga nggak tahu kapan JD terjadi.

Namun kita bisa kira-kira bahwa JD terjadi di atas tahun 2003 dan sebelum tahun 2018. Di atas tahun 2003 karena di T4 digambarkan bahwa Marcus dieksekusi di tahun 2003 dan saat itu belum JD. Sebelum tahun 2018 karena setting T4 adalah tahun 2018 dan saat itu sudah terjadi JD.

Kita memang nggak bisa tahu pasti kapan JD terjadi. Di awal T4 pun hanya disebutin “awal abad 21” tanpa menyebut tahun yang pasti.

 

Kapan Kyle Reese Dikirim?

Kyle Reese dikirim tahun 2029 di saat sejarah menyatakan bahwa JD terjadi tahun 1997. Namun di saat sejarah berubah karena JD tertunda, apakah Kyle Reese tetap harus dikirim tahun 2029, rasanya itu terserah si pembuat cerita, toh sejarah memang sudah berubah. Yang pasti, saat dikirim, Kyle Reese seharusnya masih belum tahu bahwa dia adalah ayah dari John. Dan tugas Kyle pada dasarnya adalah menyelamatkan Sarah, bukan menghamili Sarah.

Soal Kyle ini, ada juga sedikit kejanggalan di T4. Ketika John bercerita ke Marcus tentang Sarah dan Kyle sebagai ayah ibunya, tiba-tiba Marcus bilang bahwa dia baru bertemu Kyle. Padahal Marcus seharusnya belum tahu kalo ayahnya John berusia lebih muda karena nanti dikirim ke masa lalu. Kalo dia baru bertemu anak muda bernama Kyle Reese, Marcus harusnya tetap nggak tahu kalo Kyle yang ditemui itu sama dengan Kyle yang merupakan ayahnya John.

 

Kapan Mesin Waktu Ditemukan?

Hal ini nggak pernah disinggung dalam film Terminator. Bagaimana wujud mesin waktu, siapa yang menemukan pertama apakah dari pihak Skynet atau manusia, dan kapan mesin waktu ditemukan itu terus menjadi pertanyaan. Istilah komputer, robot, mesin atau Skynet dalam hal ini berarti sama.

Yang jelas pengiriman terminator di T1 (Kyle Reese dan T101) dan T2 (T101 dan T1000) sama-sama terjadi di tahun 2029. Sedangkan pengiriman terminator di T3 (T850 dan T-X) terjadi setelah tahun 2032 atau setelah John tewas.

Dari barisan waktu tersebut, kita bisa ambil kesimpulan bahwa tahun 2029, terjadi perkembangan teknologi yang luar biasa cepat. Dari pihak Skynet, awalnya belum bisa bua T1000, tapi di tahun yang sama Skynet sudah bisa membuat T1000. Di pihak manusia sendiri, awalnya belum bisa memprogram ulang (reprogram) T101, tapi kemudian di tahun yang sama sudah bisa reprogram T101.

Karena cepatnya perkembangan teknologi di tahun ini, makanya sangat mungkin kalo mesin waktu itu sendiri ditemukan di tahun ini.

 

Robot Tercanggih

Sebelum kita nilai mana yang lebih canggih, lebih baik kita kenali dulu robot-robot yang ada di Terminator. Tapi yang kita bahas cuma yang berbentuk manusia aja, jadi kita nggak bahas soal Moto-Terminator, Hydrobot, Aerostat, Harvester atau yang lain.

Secara bentuk, entah kenapa Skynet masih menyukai bentuk seperti manusia. Mungkin bentuk ini dianggap lebih pintar dalam memburu manusia. Bahkan kantor Skynet di tahun 2018 pun masih humanistis. Ada pintu dengan tombol PIN, lorong, ruangan ber-AC (tampaknya) dan keyboard touchscreen. Dari desain itu, tampaknya Skynet masih pengen semua hasil budayanya masih seperti hasil budidaya manusia. Hehe semakin kacau nih tulisan… ngayal banget!!

Robot T600: adalah robot berkerangka manusia tapi dibiarkan telanjang tanpa daging. Robot ini semacam jadi figuran ketika para robot bergerilya mencari manusia setelah judgment day. Kita lihat robot ini sejak T1 sampai T4. Semuanya selalu jadi figuran. Robot pembunuh ini selalu membawa senapan otomatis atau senjata laser. Cara menghancurkan robot ini adalah dengan menembaknya di bagian kepala. Cara membunuh robot ini ditunjukkan di T4 ketika John menembak T600 di bawah kaki helikopter atau menjatuhinya dengan benda besar dan berat.

Robot T101: adalah robot pertama yang kita lihat di film T1. Robot T101 ini sebenarnya bisa kita anggap sama dengan T800 dan T850. Robot ini punya rangka logam keras dengan dibalut dengan jaringan hidup (cybernetic organism). Robot ini kita lihat di T1 sampai T3 yang merupakan kiriman dari tahun 2029 ke atas. Robot ini cocok untuk menipu manusia karena mempunyai bentuk yang sama dengan manusia. Setidaknya mulai yahun 2029, manusia berhasil memprogram ulang robot ini untuk membela manusia.

Robot T1000: adalah robot dengan komposisi logam cair. Kita lihat robot ini di T2. Meski bisa membalut tubuhnya dengan baju sesuai keinginannya, robot ini seperti robot yang lain, muncul pertama kali dengan telanjang. Baru ketika bertemu orang lain yang kebetulan polisi, T1000 langsung menduplikat pakaian polisi. Robot ini semacam mempunyai program di setiap sel-nya. Meski terpisah, bagian-bagian robot ini selalu tahu siapa dirinya. Mungkin chip-nya diprogram layaknya DNA manusia.

Kelebihan T1000 adalah bisa meniru tubuh siapa saja beserta pakaiannya dengan warna yang dikehendaki. Dan karena tanpa rangka, robot ini juga bisa memipihkan badannya di lantai sehingga kehadirannya nggak terlihat. T1000 tidak mempunyai senjata yang tertanam (bawaan), namun tangannya bisa dibentuk apa saja misalnya senjata tajam. Robot ini baru dibuat tahun 2029 dan langsung dikirim ke masa lalu untuk membunuh John Connor remaja. Belum pernah diketahui robot ini bisa diprogram ulang oleh manusia. Inilah mengapa ketika Skynet mengirim T-X ke masa lalu, manusia tetap mengirim T800, bukan T1000.

Robot T-X: Robot ini paling canggih dari sisi tahun pembuatan. Robot ini dibuat di atas tahun 2032. T-X merupakan robot pertama yang didesain dengan tubuh wanita. Robot ini gabungan antara T101 dengan T1000 plus ditambahi banyak kecanggihan yang lain. T-X mempunyai rangka seperti T101, namun, rangka ini nggak dibalut dengan jaringan hidup namun dibalut dengan logam cair seperti T1000.

T-X ini juga mempunyai software yang jauh lebih canggih dari pendahulunya karena bisa memprogram ulang robot lain. Selain itu, rangka di dalam logam cairnya itu dilengkapi dengan berbagai senjata berupa senjata api atau peralatan “tukang” lainnya. Jadi biarpun cewek robot ini bisa mengerjakan pekerjaan tukang karena punya gergaji dan las. Sama dengan T1000, robot ini nggak bisa kotor karenapenampilannya selalu bisa diperbarui oleh logam cair yang dimilikinya.

Dan yang paling konyol adalah ketika T-X menoleh menatap dirinya berjalan di kaca kamar mandi ketika sedang bertarung dengan T800. Seakan-akan, T-X ingin berkaca dan melihat penampilannya sendiri. Wah… ini robot bener-bener diberi unsur feminim! Hahaha…

Sama seperti T1000, meski bisa membuat baju dan mengatur rambut sendiri, T-X dikirim dalam kondisi telanjang dengan rambut berantakan. Baru ketika bertemu wanita lain, dia meniru gaya berpakaian dan juga rambutnya. Seandainya dia pertama kali bertemu dengan ibu-ibu kondangan, bisa jadi T-X mengubah rambutnya dengan gaya konde… hehehe…

Meski punya banyak kelebihan dibanding T1000 karena punya banyak senjata, namun dia punya satu kelemahan dibanding T1000 yaitu nggak bisa merubah bentuk seenaknya karena dia mempunyai rangka.

Robot terakhir adalah cyborg atau robot penyusup. Robot baru hanya ada 1 unit yaitu Marcus, terpidana mati yang badannya dihidupkan kembali dengan rangka robot. Robot ini masih berpikir layaknya manusia karena masih punya hati nurani. Robot ini nggak jauh beda dengan T101 namun pikirannya pake pikiran manusia dan nggak bisa diprogram oleh Skynet.

Dari tulisan di atas, kita bisa ambil kesimpulan bahwa robot yang paling canggih adalah T-X atau Terminatrix karena peralatannya yang sangat lengkap.

 

Film Fiksi

Film Terminator merupakan salah satu film fiksi ilmiah yang banyak disuka. Logika baru yang dibangun cukup kuat sehingga franchise film ini dipercaya terus laku untuk dijual. Namun dari semua khayalannya soal teknologi, sebenarnya yang paling nggak masuk akal atau yang paling fiksi adalah mesin waktu itu sendiri. Namun, karena kebanyakan orang sudah akrab dengan istilah mesin waktu, makanya detil mesin waktu malah nggak pernah disinggung.

Memang kita sudah dibuat biasa mendengar mesin waktu. Ini yang membuat kita nggak terlalu ambil pusing dengan adanya mesin waktu. Film Back To The Future pun laris manis tanpa harus peduli bahwa mesin waktu itu nggak mungkin banget. Yang perlu kita sadari bahwa semua yang terjadi dalam film ini sangat mungkin terwujud dengan kemajuan teknologi manusia kecuali ya mesin waktu itu sendiri.

Namun, jika banyak yang banding-bandingin film ini dengan Transformer hanya karena sama-sama nampilin robot, aku nggak setuju. Cerita di Transformer menurutku porsinya buat anak-anak. Kalo ngomongin bedanya cerita anak-anak sama dewasa itu sama dengan ngomongin bedanya Batman sebelum dan sesudah era Christian Bale.

 

Mojokerto, 10 Juni 2009

Hasyim MAH

hasyimmah.wordpress.com

Ditulis dalam Movie Review | Leave a Comment »

Pandangan Baru Tentang Mendidik Anak

Ditulis oleh hasyimmah di/pada April 21, 2009

Dalam mendidik anak selama 7 tahun ini tentu banyak teori-teori yang saya terima mengenai pendidikan anak khususnya pendidikan di rumah (orangtua). Secara general, ada 2 aliran dalam mendidik anak. Pertama cara konvensional yang menjunjung tinggi kedisiplinan dan aturan. Kedua cara baru yang sekarang menjadi tren yaitu memberi kebebasan penuh ke anak. Cara kedua ini bisa dibilang menguasai kebanyakan seminar soal anak dalam satu dekade terakhir.

Cara kedua adalah cara revolusioner yang memang menggebrak cara lama yang selama ini dipakai oleh orangtua kita. Namun tentu saja cara ini tidak sepenuhnya disetujui terutama oleh golongan terdahulu. Selain itu cara kedua ini juga belum terbukti karena hasil dari generasi ini baru bisa kita lihat mungkin 20 tahun ke depan.

Tapi, bagaimanapun cara kedua ini adalah cara yang banyak digemari oleh orangtua sekarang ini karena dianggap sesuai dengan perkembangan jaman. Lalu bagaimana dengan Anda? Cara mana yang akan Anda pakai untuk “membentuk” anak Anda?

 

Identifikasi Diri

Bagi saya, mendidik anak tidak bisa kita samaratakan. Setiap anak mempunyai karakter bawaan yang tentu tidak bisa kita lupakan ketika mendidiknya. Untuk itulah, saya lebih suka mendidik anak dengan didahului dengan yang disebut “identifikasi diri” anak. Baru setelah itu kita akan tahu mana cara yang kita gunakan apakah itu cara konvensional atau cara baru.

Identifikasi diri pada dasarnya adalah mengenali anak dengan lebih dalam. Kita harus tahu betul lokasi karakter anak sebelum memberikan pengaruh kepada anak. Misalnya, dalam skala sangat pemalu sampai sangat sombong, di manakah titik karakter anak kita. Atau dalam skala sangat sangat pemaaf sampai sangat pemarah, di mana posisi anak kita. Dalam skala sangat pendiam sampai sangat jago membantah, di mana posisi anak kita.

Anda bisa menambahkan karakter-karakter lain selain yang saya tulis di sini. Namun pada intinya tujuan kita adalah mengenali dengan baik anak kita.

 

Penerapan

Jika kita sudah mengenali anak kita, kita bisa menentukan metode yang akan kita pakai untuk anak kita. Misalnya, anak kita termasuk anak yang sangat pemalu, maka akan lebih baik jika kita gunakan cara kedua yaitu cara yang membebaskan anak kita untuk bereksplorasi. Dalam teori yang banyak berkembang, kita jangan sampai membatasi ketika dia akan melakukan sesuatu.

Namun seandainya anak kita terlalu pede (percaya diri) sehingga masuk kategori sombong, rasanya kita harus menerapkan cara pertama (konvensional) untuk mengendalikan potensi berlebih anak kita. Sombong bukan sesuatu yang baik untuk dikembangkan. Kendalikan… Dan cara konvensional menurut saya lebih tepat untuk kasus seperti ini.

Dan seandainya anak kita berada di titik tengah dari garis karakter yang kita buat, ya berarti kita harus menggunakan 2 metode dengan seimbang. Logika aturan konvensional dan juga logika baru harus kita gunakan bersama-sama.

Jangan sampai kita terjebak oleh salah satu metode yang akhirnya membuat anak kita menjadi tidak seimbang. Kita ingin anak kita menjadi anak pede, tapi jangan sampai kita menjadikan anak kita anak yang sombong. Kita ingin anak kita menjadi anak yang sabar, tapi jangan sampai membuat anak kita menjadi anak yang tidak berdaya menghadapi tekanan.

Gunakanlah selalu keseimbangan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi diri anak kita.

 

Sudahkah Kita?

Proses identifikasi diri adalah mutlak kita lakukan untuk mengenali anak kita. Namun sayang, seringkali diskusi seperti ini agak sulit dilaksanakan. Jangankan mengidentifikasi diri anak, sedangkan identifikasi diri orangtua sendiri biasanya belum dilaksanakan. Kebanyakan orangtua juga belum sadar betul bagaimana sifat diri mereka sendiri.

Kita juga perlu tahu bahwa identifikasi diri kita sendiri sangatlah penting. Kita harus mengenali diri kita sendiri. Dengan begitu kita tahu bagaimana harus berbuat dalam kehidupan sehari-hari. Hanya saja, apakah kita peduli dengan apa yang dirasakan orang lain terhadap tingkah laku kita?

 

Mojokerto, 21 April 2009

Hasyim MAH

Ditulis dalam Family | Leave a Comment »