Hasyim MAH Blog

Berharap Adanya Diskusi

Arsip untuk ‘Uncategorized’ Kategori

Kembalikan Air Tanah Ke Tanah

Posted by hasyimmah pada Agustus 10, 2010

Bila kita peduli sama lingkungan dan berpikir tentang masa depan bumi, kita tidak bisa melupakan pentingnya air. Yang dimaksud air di sini adalah air tawar, karena kita tahu bahwa salah satu yang mengancam kehidupan manusia di masa depan adalah habisnya air tawar karena semua air cenderung lebih mudah menjadi air laut karena tidak tersimpan di daratan.

Kondisi bumi yang semakin rusak membuat air tawar tidak tertahan di daratan. Salah satu penyebab utama adalah gundulnya hutan di dataran tinggi yang membuat air semakin cepat turun ke dataran rendah. Di sisi lain, kondisi permukaan tanah di dataran rendah (perkotaan) sebagian besar telah tertutup oleh semen atau aspal sehingga tidak ada penyerapan air ke dalam tanah. Hal ini diperparah dengan kebiasaan rumah tangga yang tidak menyediakan tempat serapan air tanah.

Kebanyakan rumah (tempat tinggal) membuang air limbahnya ke selokan. Dari selokan air menuju sungai dan selanjutnya dengan mudah mengarah ke laut. Air yang diambil dari tanah melalui pompa air (sumur) atau sumber PDAM tidak dikembalikan ke tanah oleh kebanyakan rumah tangga.

Setiap tempat tinggal, seharusnya wajib mempunyai 2 serapan yaitu serapan kotoran (septic tank) dan serapan air kotor. Ini dimaksudkan agar semua air yang kita pakai bisa kembali ke tanah.

Diatur Pemerintah

Hal seperti ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah daerah tingkat 2 atau kota. Pemerintah kota punya wewenang untuk mengatur warganya agar jangan sampai membuang air rumah tangganya keluar rumah. Selokan dibuat hanya untuk persiapan di musim hujan. Setiap rumah tangga, berapapun tingkat air yang digunakan harus mempunyai serapan yang sesuai dengan pemakaiannya. Dan karena sudah masuk peraturan daerah (perda), dipastikan harus ada sanksi bagi rumah tangga yang melanggarnya.

Untuk rumah-rumah lama, tentu harus ada kebijakan yang disesuaikan. Misal ada tanah publik di mana rumah-rumah lama yang tidak sesuai standar harus memastikan airnya bisa mengalir ke tanah publik tersebut. Di tanah itu dibuatkan serapan yang besar yang bisa dipakai oleh banyak rumah lama.

Perda ini seharusnya segera dimulai karena sekarang ini gencar sekali renovasi bangunan di kota-kota yang cenderung tidak membuat serapan air, terutama bangunan seperti pertokoan atau ruko yang dibuat tanpa ada serapan untuk air kotor.

Mulai Sekarang

Jika seandainya Perda ini tidak segera dikeluarkan sekaligus dilaksanakan, maka akan semakin terlambat. Selain semakin membahayakan tingkat persediaan air, keterlambatan juga menyebabkan Perda itu semakin sulit untuk diterapkan karena bangunan semakin hari semakin banyak.

Tulisan ini, entah akan berakhir di mana. Yang pasti saya berjarap bisa dibaca oleh orang yang punya kapabilitas untuk bisa mewujudkan ini. Semoga bumi kita akan tetap menjadi tempat yang nyaman untuk kita tinggali

 Mojokerto, 7 Agustus 2010

Hasyim MAH

Ditulis dalam Uncategorized | 2 Komentar »

Penipuan Itu Masih (dibiarkan) Berlangsung

Posted by hasyimmah pada Januari 14, 2010

Tanggal 12 Januari 2010 yang lalu, saya dan keluarga pergi ke Jogja dan sempat mampir ke Ambarukmo Plaza (Amplaz). Baru naik dari tempat parkir, di depan Carrefour ada booth peralatan rumah tangga merek Aowa. Begitu lewat, istri saya ditawari sebotol sabun cuci piring gratis hanya dengan memberi tanda tangan oleh staf penjual dari Aowa tersebut. Istri saya tertarik dan “terjebak” di mejanya.

Oleh 2 orang staf penjual (1 pria dan 1 wanita), kami lalu dikenalkan dengan kompor listriknya yang menggunakan teknologi tanpa elemen. Meski sudah pernah melihat kompor seperti itu, tetap saja kami dibuat terkesan dengan produk tersebut. Kami juga dibuat terkejut dengan harganya yang katanya Rp 9.999.000!

Ketika kami mulai terkesan, kami lalu ditawari ambil kupon yang nanti bisa dapat diskon 10% atau 20%  atau bonus produk Aowa selain kompor tadi. Perlu diketahui bahwa kompor tadi memang produk termahal di booth Aowa itu. Produk selain kompor adalah juicer, panci dan food processor yang lain. Harga produk-produk selain kompor berkisar antara Rp 4,9 jutaan sampai Rp 7,9jutaan.

Nah, lalu istri saya mengambil 1 dari tumpukan kupon yang disodorkan. Setelah dibuka, ternyata kami bukan sekedar dapat diskon 10-20% atau bonus produk murah, kami ternyata dapat bonus produk termahal yaitu kompor! Kami sedikit terkejut, tapi kedua staf penjual itu lebih terkejut lagi. Mereka sampai tidak percaya bahwa ada kupon dengan bonus semahal kompor! Tapi justru dari terkejutnya mereka, saya jadi merasa ada yang tidak beres.

Lalu, untuk meyakinkan bahwa kami “sangat beruntung”, tumpukan kupon yang sempat dimasukkan saku oleh staf wanita tadi, kini dikeluarkan lagi. Nah, sayangnya saya yakin sekali bahwa dia mengeluarkan tumpukan kupon yang kedua ini dari saku yang berbeda dengan yang pertama tadi. Lalu saya disuruh ambil lagi secara acak. Dan benar, saya cuma dapat kupon diskon 10% dari situ. Dalam hati saya, tentu saja, karena tumpukan kupon yang pertama bisa jadi berisi kompor semua, sedangkan yang kedua ini berisi kupon diskon saja.

Karena (berakting) tidak percaya dengan keberuntungan saya, staf pria meninggalkan meja dan seakan-akan konfirmasi dengan menelepon ke kantor pusat atau sejenisnya (tetap dengan kesan terkejutnya). Saat itu, staf wanita menjelaskan bahwa kami bisa beli apapun dari produk Aowa dan bisa bawa pulang gratis kompor yang sempat membuat kami terkesan tadi. Jadi, misal kami beli Juicer yang cuma Rp 5jutaan, kami bisa bawa pulang produk senilai Rp 15 jutaan!

Staf pria kembali dengan ceria dan meyakinkan bahwa kupon itu benar-benar berlaku. Keduanya langsung mengajak bersalaman dan memberikan ucapan selamat yang mengesankan kami sangat beruntung. Kemudian kami mulai ditanya-tanya tentang kartu kredit yang kami punya. Setelah itu kami dibuat terkejut lagi karena jika membayar memakai kartu kredit berlogo Visa, kami akan dapat bonus lagi yaitu chopper yang tampaknya memang khusus untuk bonus-bonus (karena paling kecil).

Sampai di sini, untungnya saya dan istri sadar betul bahwa ini modus jebakan yang sudah pernah menimpa teman dan saudara kami yang lain. Kami pun dengan tegas menyatakan tidak mengambil hadiah tersebut. Melihat gejala penolakan mereka pun terus merayu bahwa kesempatan ini sangat langka dan tidak bisa dipakai lagi di kesempatan lain. Dan ketika kami bersikukuh untuk tidak beli, ada staf ketiga (wanita) yang tampaknya punya kedudukan lebih tinggi ikut memaksa kami. Orang ketiga ini memakai metode sedikit memaksa dan menunjukkan wajah yang tidak bersahabat. Tampaknya, ketika metode halus tidak mempan, metode kasar mulai dikeluarkan.

Akhirnya kami tetap beranjak pergi, dan istri saya malah menawarkan balik sabun cuci piring yang digratiskan tadi jika memang mereka tidak ikhlas. Ternyata mereka tetap memberikan sabun gratis tadi meski dengan wajah yang sama sekali tidak ramah khususnya staf yang ketiga tadi.

Setelah kami terbebas dari jebakan itu, kami melanjutkan acara kami ke tempat lain di mall itu sambil memikirkan jalan pulang ke tempat parkir tanpa melewati booth itu lagi. Dalam hati saya berpikir, saya dalam posisi benar dan mereka yang salah tapi kenapa kami yang harus menghindar. Mungkin secara mental, saya jauh kalah kuat dengan mental mereka yang memang terbiasa melakukan itu.

Sekitar 30 menit kemudian ketika acara kami sudah selesai, kami menemukan eskalator lain yang bisa menuju tempat parkir. Namun, saya tetap bisa melihat dari jauh booth Aowa. Dan coba tebak apa yang saya lihat di booth Aowa ketika itu. Saya melihat si staf pria sedang menelepon menggunakan HP-nya kemudian kembali ke sebuah meja di mana ada pasangan seperti kami tadi. Setiba di meja korban, staf itu kembali mengajak bersalaman calon korban itu. Jelas sekali itu memakai modus yang sama dengan yang digunakan ke kami tadi.

Kembali, saya tak punya keberanian untuk menolong calon korban itu. Namun, dalam hati saya berjanji akan membagikan pengalaman ini ke teman-teman agar bisa terhindar dari modus penipuan ini.

Kalu kita lihat secara keseluruhan, Aowa memang tidak menipu tentang produknya. Namun jelas mereka menipu dalam mengarahkan pola berpikir pembeli. Pada dasarnya harga ketiga produk yang ditawarkan itu memang cuma berharga Rp 5jutaan, namun konsumen terlebih dahulu dibuat percaya bahwa produk-produk itu jauh lebih mahal. Cara ini mungkin lumrah kalau tidak disertai kebohongan. Sedangkan di kasus ini jelas ada kebohongan ketika kita dibuat seakan-akan mendapat kupon yang belum pernah ada yang mendapatkan itu.

Setelah kami mengingat-ingat, modus ini sebenarnya sudah pernah kami dengar karena teman dan saudara kami pernah menjadi korban dan membeli produk mereka. Sayangnya meski sudah pernah mendengar, kami tetap sempat masuk jebakan itu. Hanya saja kami akhirnya sadar dan tidak sampai membeli produknya.

Sebagai konsumen, sebenarnya sangat mungkin saya suatu saat akan membeli kompor Aowa tersebut meski dengan harga Rp 10jutaan karena kami ditunjukkan kualitas barang tersebut. Dan bahkan kalau dia bermain wajar, jujur dan membangun “brand”, saya yakin dia pasti dikenal sebagai brand produk-produk inovatif. Barang yang inovatif seperti itu tentu layak punya harga semahal itu. Sayang, justru karena modus itu, saya langsung menutup kemungkinan untuk membeli produk dengan brand itu. Saya sudah merasa sakit hati dan tidak simpatik dengan cara mereka berjualan. Dan tentunya kita pasti kasihan dengan korban-korban yang sudah termakan jebakan mereka.

Saya tidak habis pikir bagaimana mungkin ada usaha modern, resmi dan skala nasional seperti Aowa, yang dijalankan dengan modus penipuan seperti ini. Perlu kita tahu bahwa Aowa ini punya acara di TV Trans7 dengan menggunakan bintang iklan chef Rudi Choirudin. Bagaimana mungkin mereka mendidik semua sales force-nya untuk bersandiwara seperti itu? Dan bagaimana mungkin ini bisa terjadi sekian lama? Kenapa tidak ada pihak yang berusaha menghentikan modus seperti ini?

Bayangkan saja kalau misalkan ada 1 orang calon korban saja setiap jamnya yang berhasil didudukkan di mejanya, maka sangat mungkin ada banyak korban yang membeli produk itu setiap harinya.

Sekarang ini, sebenarnya sangat rawan menulis review negatif seperti ini. Tapi sekali lagi saya tidak ingin orang lain menjadi korban. Dan saya yakin banyak di antara kita yang sudah jadi korbannya. Bahkan, bila kita googling dengan kta kunci “penipuan Aowa” atau “korban Aowa”, kita pasti banyak menjumpai korban-korban yang seperti saya tulis di atas. Ini juga membuktikan bahwa modus ini sudah berlangsung lama, tapi masih juga berlangsung hingga kini. Semoga, dengan tulisan ini, kita bisa lebih berhati-hati dan bisa berbagi ke orang-orang di sekitar kita.

Yogyakarta, 14 Januari 2010

Hasyim MAH

Ditulis dalam Family, Uncategorized | 7 Komentar »

Lagu Ebiet G Ade yang Lucu

Posted by hasyimmah pada September 11, 2009

n25623120100_7083Ebiet G Ade adalah salah satu penyanyi idola saya sejak dulu. Belakangan Ebiet memang tidak pernah lagi merilis album baru. Meski begitu lagu-lagu lamanya tampak abadi, apalagi ketika ada bencana alam yang sedang melanda negeri ini, rasanya tidak ada lagu tema yang lebih cocok daripada lagu Ebiet yang liriknya memang sangat pas untuk kita jadikan renungan. Beberapa lagu memang pas untuk bencana, sebut saja Untuk Kita Renungkan, Masih Ada Waktu dan Berita Kepada Kawan.

Namun sebenarnya Ebiet bukan cuma bikin lagu tentang becana aja lho… Lagu cintanya pun tak kalah romantis. Lagu di seputar percintaan bahkan bisa dibilang sangat puitis dan mampu menggambarkan pergolakan jiwa yang menarik.

Dan entah banyak disadari atau tidak, ada sebuah lagu Ebiet yang lumayan lucu yang berjudul “Cintaku Kandas Di Rerumputan”. Setelah saya coba saya “searching” di internet tentang lagu ini, saya tidak menemukan ada ulasan tentang lagu ini yang pengertiannya sama dengan yang akan saya tulis di sini. Ada sebuah blog dari penggemar Ebiet yang berusaha memaknai lagu ini tapi menurut saya sama sekali tidak cocok. Jadi, dengan membaca ini, sangat mungkin Anda bakal terkejut dengan arti lagu ini dari sudut pandang saya.

Lagu ini menggambarkan pergolakan batin seorang bujangan (jomblo) yang lagi ngebet “bercinta”. Dan karena saking kepinginnya, ditambah kondisinya yang tidak punya pacar, akhirnya dia memutuskan untuk memakai “jasa” wanita panggilan. Proses pergolakan batin seorang cowok inilah yang diangkat sama Ebiet. Si cowok berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk memesan seorang wanita panggilan, dan ketika “pesanan” datang, si cowok akhirnya malah lari.

Meski lagu ini termasuk sangat berani, namun Ebiet tetap memberikan happy ending karena sang cowok akhirnya tidak melakukan dosa ini. Ebiet tetap berusaha menyampaikan pesan moralnya, bahwa jalan ini bukanlah jalan keluar bagi para jomblo. Selain itu, tampaknya Ebiet membiarkan lagu ini disalah-artikan oleh para penikmat musiknya. Dia mungkin tak tega untuk menjelaskan arti sesungguhnya lagu ini.

Si cowok sebagai pemeran utama dalam lagu ini memang digambarkan dalam kondisi jomblo alias tidak punya pacar, apalagi istri. Si cowok ini bisa dibilang sangat tidak beruntung dalam urusan percintaan. Makanya, Ebiet pun membuat istilah yang sangat menarik sekaligus dijadikan judul, yaitu: Cintaku Kandas Di Rerumputan. Perlu kita tahu bahwa kandas di rerumputan sangatlah tidak masuk akal, tapi itulah yang terjadi. Betapa malangnya cowok ini, di rerumputan pun dia kandas.

Terakhir, saya sertakan juga lirik lagu ini. Dan jika Anda tidak setuju dengan sudut pandang saya dan punya arti lain tentang lagu ini, silakan saja disampaikan. Yang pasti, komposisi kata dari Ebiet G Ade selalu bisa membuat kita untuk sejenak merenung. Menakjubkan.

Cintaku Kandas Di Rerumputan

aku mulai resah menunggu engkau datang
berpita jingga, sepatu hitam
kau bawa cinta yang kupesan…

aku mulai ragu dengan keberanianku
berapa cinta kau tawarkan?
berapa banyak yang kau minta?

aku merasa terjebak dalam lingkaran membiusku
namun dorongan jiwa tak sanggup kutahan
iblis manakah yang merasuk
aku memilih cara ini?
mungkin karena ‘ku merasa tak punya apa-apa

dan ketika engkau datang
aku pejamkan mataku
samar kudengar suaramu lembut memanggil namaku
seketika sukmaku melambung
kuputuskan untuk berlari menghindarimu sejauh mungkin
cintaku kandas di rerumputan

aku mulai sadar cinta tak mungkin kukejar
akan kutunggu, harus kutunggu
sampai saatnya giliranku

dan ketika engkau datang
aku pejamkan mataku
samar kudengar suaramu lembut memanggil namaku
seketika sukmaku melambung
kuputuskan untuk berlari menghindarimu sejauh mungkin
cintaku kandas di rerumputan

Ditulis dalam Uncategorized | 1 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.